Rabu, 31 Juli 2013

Kanker kulit bukan hanya karena matahari

Kanker kulit bukan hanya karena matahari

Penyebab Kanker kulit bukan hanya karena matahari - Banyak orang berpikir, satu-satunya penyebab kanker kulit adalah sinar matahari. Ultraviolet A (UVA) dan UVB dari matahari memang bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Tetapi tidak semua kanker kulit disebabkan oleh sinar matahari.

Mengutip dari Wikipedia Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel pada kulit pada taraf abnormal. Penyebab kanker kulit berbeda-beda dan tingkat keganasan kanker pun berbeda-beda. Kanker kulit paling umum terjadi pada lapisan sel skuamosa, basal dan melanosit. Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit), sehingga tumor (benjolan) dapat terlihat dari luar, sehingga kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling mudah ditemukan gejalanya pada stadium awal. kanker kulit juga merupakan kanker yang paling sedikit resiko kematiannya pada penderita, ini disebabkan karena kulit jarang dapat mencapai organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan batang otak pada manusia.

Beberapa hal lain yang juga dapat menyebabkan kanker kulit, seperti tato, bahan kimia tertentu, seperti teknologi penyamakan, tempat tidur, atau penyakit tertentu. Peneliti mengungkapkan beberapa hal lain yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit seperti berikut ini.

- Lampu neon.
Lampu ramah lingkungan sebenarnya mengandung sinar ultraviolet. Tapi ini tidak menjadi masalah karena ada lapisan untuk bohlam. Meski begitu, jika ada lubang di lapisan tersebut, sinar UV bisa menerobos keluar. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jenis lampu tertentu dapat menghasilkan sinar UV, meskipun tidak ada penelitian telah menemukan hubungan kanker kulit dengan lampu ini.

- Radiasi sebelumnya.
Kulit yang telah terkena radiasi atau terapi untuk beberapa jenis kanker lainnya memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kulit. Demikian menurut American Cancer Society.

- Penyakit Parkinson.
Sebuah penelitian dalam Archives of Neurology menemukan bahwa pasien Parkinson memiliki risiko tinggi mengembangkan melanoma, salah satu bentuk kanker kulit. Penelitian menduga bahwa gen yang menyebabkan penyakit Parkinson dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

- Merokok.
Penelitian ini juga menemukan hubungan antara merokok dengan kanker kulit. Dua penelitian menemukan bahwa sel kanker kulit lebih menonjol pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

- Paparan bahan kimia.
Paparan bahan kimia dapat diperoleh dari pekerjaan atau tempat lain. Salah satunya adalah arsenik yang ditemukan dalam banyak pestisida pupuk industri, dan bahan kimia lain seperti parafin, tar, dan lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dapat meningkatkan risiko kanker kulit non-melanoma.

- Mengemudi.
Penelitian menemukan kanker kulit lebih sering ditemukan pada sisi tubuh yang lebih sering terkena paparan sinar matahari saat mengemudi.

Lebih baik menghindari diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan kanker kulit tersebut.

Sumber: Kompas

Selasa, 30 Juli 2013

Waspadai batuk berkepanjangan

Waspadai batuk berkepanjangan

Waspadai batuk berkepanjangan - Orang yang batuk berkepanjangan, sering disebut batuk rejan diminta agar waspada karena bisa menjadi pertanda kanker paru-paru. Peringatan itu disampaikan dalam kampanye pemerintah Inggris untuk meningkatkan kesadaran akan kanker paru-paru.

Dalam kampanye yang disiarkan di TV, radio, media cetak, dan internet tersebut, orang yang menderita batuk rejan selama tiga pekan disarankan untuk pergi ke dokter. Berdasarkan penelitian, masyarakat Inggris memiliki kesadaran bahwa bengkak dan pendarahan merupakan pertanda kanker tapi bukan batuk berkepanjangan.

Kini orang diingatkan bahwa batuk rejan juga merupakan peringatan yang harus ditangani secara serius. Kampanye terbaru tentang kanker paru-paru ini didukung oleh aktor komedi, Ricky Gervais, bintang TV, Linda Robson, dan manajer Manchester United, Alex Ferguson. Diagnosa dini Profesor Mike Richards, yang memimpin kampanye penyadaran kanker di Inggris, mengatakan bahwa pengobatan dini amat penting.

"Hal yang vital bagi pasien kanker untuk mendapat pengobatan secara cepat agar mereka memiliki peluang yang terbaik untuk selamat." Kanker paru-paru menyerang 33.000 orang di Inggris setiap tahunnya dan mayoritas penderita berusia di atas 55 tahun. Namun jika terdiagnosa pada masa-masa awal, sekitar 80% penderita masih hidup hingga lima tahun setelah diagnosa, dibanding tingkat keselamatan yang hanya mencapai 7% jika didiagnosa lebih lambat.

Baca: Penyebab dan gejala kanker paru-paru

Ricky Gervais, yang ibunya meninggal karena kanker paru-paru pada usia 74 tahun, masih mengenang dengan kuat duka yang dia alami.

"Meluluhkan melihat seorang Anda cintai meninggal karena kanker paru-paru." "Itu mengerikan, penyakit yang mengerikan. Kematian ibuku amat mendadak dan Anda tidak bisa membantu sambil bertanya-tanya bahwa situasinya akan berbeda jika diidentifikasi lebih awal," tambahnya.

 

Sumber: Kompas

Kamis, 25 Juli 2013

Minyak ikan picu risiko kanker prostat

Minyak ikan picu risiko kanker prostat

Minyak ikan picu risiko kanker prostat - Saat ini, minyak ikan yang kaya omega-3 baik untuk otak. Selain itu, minyak ikan juga dipercaya bisa menurunkan risiko penyakit otak seperti Alzheimer ( Baca: Gejala Penyakit Alzheimer dan Pengobatannya ). Namun di balik manfaat itu, ternyata minyak ikan juga bisa berbahaya.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa minyak ikan yang kaya omega-3 bisa meningkatkan risiko kanker prostat. Pria yang memiliki tingkat asam lemak omega-3 paling tinggi berisiko hingga 71 persen terkena kanker prostat.

"Suplemen minyak ikan bisa membahayakan pria jika dikonsumsi dalam dosis yang tinggi," kata peneliti dari Ohio State University Medical Center, Theodore Brasky, seperti yang dilansir laman NBC News, Rabu (24/7).

Penelitian sebelumnya pada tahun 2011 juga menunjukkan bahwa minyak ikan berkaitan dengan kanker prostat tingkat lanjut yang berbahaya. Penelitian juga menemukan bahwa efek asam lemak omega-3 yang terdapat dalam minyak ikan lebih tinggi daripada asam lemak yang ditemukan dalam minyak sayuran.

Baca: Penderita kanker prostat wajib konsumsi lemak nabati

Penelitian milik Brasky dilakukan pada 934 pria yang memiliki kanker prostat dan 1.393 pria yang tak memiliki kanker. Mereka kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat asam lemak omega-3 dalam darah mereka. Pria dengan tingkat omega-3 tertinggi memiliki risiko 71 persen terkena kanker prostat. Sementara secara umum, mereka memiliki risiko kanker prostat 44 persen lebih tinggi dibanding pria dengan tingkat omega-3 paling rendah.

Asam lemak yang ditemukan pada minyak sayuran diketahui tidak berpengaruh terhadap risiko kanker prostat. Meski begitu peneliti masih belum menemukan bagaimana minyak ikan bisa menyebabkan kanker. Peneliti bahkan telah menghitung semua faktor risiko yang berpengaruh dan menemukan bahwa merkuri pada ikan tak berkaitan dengan kanker prostat.

Dengan mengetahui hasil penelitian ini tampaknya pria harus mulai mengatur konsumsi ikan dan suplemen omega-3. Meski asam lemak omega-3 bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan penyakit otak, namun jika diminum berlebihan juga bisa membahayakan pria.

Untuk menjaga dan mengobati kanker prostat secara herbal adalah solusi terbaik, karena tidak mengandung efek samping. Obat Herbal K-muricata adalah pilihan untuk mengobati dan pencegahan semua penyakit kanker, termasuk kanker prostat

Baca: Obat Herbal Penyakit Kanker Prostat

Sumber: JPNN

Senin, 22 Juli 2013

hipertensi merusak kognitif otak

Hipertensi merusak kognitif otak


hipertensi merusak kognitif otak

Hipertensi merusak kognitif otak - Tekanan darah tinggi alias hipertensi identik dengan penyakit jantung. Tapi sebuah studi baru mengungkapkan bahwa hipertensi, terutama pada arteri yang menyuplai darah ke kepala dan leher dapat dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif otak.

Tim peneliti dari Australia mengatakan bahwa penderita tekanan darah tinggi di arteri atau pembuluh darah sentral, termasuk aorta dan arteri karotis (pembuluh yang memasok darah ke bagian leher dan kepala) mempunyai skor tes pemrosesan visual yang lebih rendah, termasuk kecepatan berpikir lebih lambat alias lelet dan kemampuan rekognisi (mengenali sesuatu) yang lebih buruk.

"Biasanya pengukuran tekanan darah diambil dari arteri brachial di lengan, tapi ternyata mengamati kondisi arteri sentral bisa jadi cara yang lebih sensitif untuk menilai kemampuan kognitif seseorang. Sebab arteri sentral mengendalikan aliran darah ke otak secara langsung," tandas peneliti Matthew Pase dari Center for Human Psychopharmacology, Swinburne University, Melbourne.

"Jadi jika kita dapat memperkirakan tekanan darah di arteri sentral, maka kita dapat memprediksi fungsi kognitif dan penurunan kognitif yang mungkin saja terjadi pada seseorang," tambahnya.

Dalam studi tersebut, Pase dan rekan-rekannya mengamati yang manakah dari pengukuran tekanan darah yang dilakukan dari lengan dengan arteri sentral yang memiliki keterkaitan kuat dengan kemampuan kognitif seseorang.

Dalam hal ini peneliti melibatkan 493 partisipan asal Australia berusia 20-82 tahun. Sebagian besar peneliti merupakan ras Kaukasia dan bukan perokok yang tidak memiliki riwayat stroke ataupun demensia.

Kemudian partisipan diminta melakukan sejumlah tugas untuk mengukur berbagai jenis kemampuan kognitif seperti pemrosesan visual, daya ingat, kemampuan rekognisi (mengenali sesuatu) dan kecepatan memproses informasi. Tak lupa peneliti juga mengukur tekanan darah partisipan baik dari lengan maupun arteri sentral.

Hasilnya, tekanan darah tinggi pada arteri brachial dikaitkan dengan performa dalam tes pemrosesan visual yang lebih buruk. Namun tekanan darah tinggi pada arteri sentral dikaitkan dengan buruknya perfoma pada tes-tes kognitif lainnya, termasuk pemrosesan visual, rekognisi dan kecepatan memproses informasi.

"Hal ini menunjukkan bahwa tekanan darah sentral merupakan alat prediksi yang lebih sensitif terkait penuaan kognitif," simpul Pase seperti dilansir Foxnews.

Pase menduga seiring dengan bertambahnya usia seseorang maka arteri utamanya mengencang dan dengan elastisitas yang semakin berkurang, otak menerima lebih banyak darah yang tekanannya tinggi, yang pada akhirnya hipertensi merusak kognitif otak.

Studi ini akan dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science.

Sumber: Detik

Kamis, 18 Juli 2013

Penuaan dan kanker kulit akibat Sinar Matahari

Penuaan dan kanker kulit akibat Sinar Matahari


Penuaan dan kanker kulit akibat Sinar Matahari

Penuaan dan kanker kulit akibat Sinar Matahari - Apakah Anda sering melihat bintik-bintik hitam kecokelatan di wajah? Ya, itu dinamakan bintik usia. Semua orang dapat memilikinya. Namun, bintik usia biasanya timbul ketika Anda berusia 40 tahun atau lebih. Seperti namanya, ini merupakan pertanda dari bertambahnya usia atau mungkin menjadi tanda dari timbulnya kanker kulit.

Deskripsi
Seperti dilansir Mayo clinic, bintik usia disebut juga dengan istilah bintik hati dan lentigo surya. Bintik-bintik ini tidak hanya muncul di bagian wajah saja, melainkan dapat timbul di bagian tubuh lain yang sering terkena paparan sinar matahari, misalnya bahu, lengan, tangan, dan punggung. Bentuk dan ukuran dari bintik usia sangat bervariasi dan biasanya bintik-bintik itu berwarna abu-abu, cokelat, atau hitam. Bintik usia bisa datar, namun bisa juga menonjol karena tak jarang bintik-bintik ini muncul secara berkelompok.

Gejala
Bintik usia tidak menimbulkan gejala apa pun. Sebab, semua orang yang sudah berusia 40 tahun ke atas pasti memiliki bintik usia di bagian tubuhnya, terutama di wajah. Namun, apabila bintik-bintik yang muncul di tubuh Anda disertai dengan rasa gatal, bisa jadi itu merupakan tanda dari penyakit kanker kulit.

Penyebab
Bintik usia terutama disebabkan oleh paparan sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet (UV) yang dapat mempercepat produksi melanin. Pada area kulit yang sering terkena paparan sinar matahari, bintik usia dapat muncul ketika melanin dihasilkan dalam konsentrasi yang sangat tinggi. Selain itu, pertambahan usia juga dapat menyebabkan produksi melanin bertambah. Namun, faktor genetik dari tiap manusia juga ikut memainkan peran untuk perkembangan bintik usia. Meskipun semua orang dapat memiliki bintik usia, namun Anda lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi tersebut jika Anda memiliki kulit berwarna terang.

Pengobatan
Bintik usia sebenarnya bukan penyakit melainkan menjadi tanda penuaan. Namun, bintik usia bisa timbul dan menjadi tanda dari pertumbuhan sel kanker, salah satunya melanoma, salah satu bentuk serius dari kanker kulit. Anda bisa meminimalisir bintik usia dengan cara menghindari paparan sinar matahari dan menggunakan tabir surya. Hal ini menjadi cara termudah untuk selalu menjaga penampilan kulit Anda dan menghindari timbulnya bintik-bintik pada kulit.

Namun, Anda dapat meminimalisir timbulnya bintik-bintik Penuaan dan kanker kulit akibat Sinar Matahari pada bagian tubuh dengan melakukan beberapa hal sederhana seperti:

  • Menghindari paparan sinar matahari, khususnya pukul 10 pagi sampai 4 sore. Sebab, pada jam tersebut, sinar matahari sangat tajam dan dapat menimbulkan kerusakan kulit.

  • Menggunakan tabir surya secara teratur. Anda harus menggunakannya sekitar 15 menit sampai 30 menit sebelum terkena paparan sinar matahari. Tabir surya yang Anda gunakan harus memberikan perlindungan dari UVA dan UVB dan memiliki faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 15. Anda harus menggunakannya setiap 2 sampai 3 jam sekali.

  • Menggunakan barang-barang yang dapat menutupi tubuh dari paparan sinar matahari, seperti topi, kacamata hitam, dan lain sebagainya.


Penuaan dan kanker kulit akibat Sinar Matahari

Sumber: Health Liputan6

Rabu, 17 Juli 2013

Kemoterapi dan Efek Sampingnya

Kemoterapi dan Efek Sampingnya - Kemoterapi atau kemo adalah pengobatan penyakit dengan bahan kimia terutama untuk membunuh mikro-organisme atau sel-sel kanker. Kemoterapi memiliki ragam manfaat dalam memerangi sel-sel kanker. Meski demikian, metode pengobatan ini juga memiliki efek samping yang tidak sedikit.
Kemoterapi mungkin diberikan selama rawat inap di rumah sakit atau klinik sebagai bagian dari pengobatan rawat jalan, meski kemoterapi juga dapat dilakukan di rumah. Namun proses pengobatan kemoterapi harus tetap diawasi oleh dokter dan perawat untuk mengamati kemungkinan efek samping atau adanya keputusan diperlukannya penggantian dengan obat-obatan.

Memerangi Sel-sel Berbahaya

Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh. Cara kerjanya adalah dengan menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Tergantung kepada jenis kanker dan sudah sampai di stadium berapa, kemoterapi dapat bermanfaat untuk:

  • Meringankan gejala. Kemoterapi dapat memperkecil tumor yang mengakibatkan rasa sakit.

  • Mengendalikan. Kemoterapi dapat mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh yang lain.

  • Menyembuhkan. Kemoterapi dapat menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan ini mencegah berkembangnya kanker di dalam tubuh lagi.


Hanya saja kemoterapi juga dapat memengaruhi sel sehat yang secara normal membelah diri dengan cepat, misalnya yang berada di sekitar mulut, usus, serta rambut. Kerusakan pada sel sehat itu yang dapat mengakibatkan efek samping. Namun umumnya akan segera menghilang setelah pengobatan kemoterapi selesai.

Kapan Dilakukan Kemoterapi?


Kemoterapi terkadang dilakukan sebagai satu-satunya upaya penyembuhan kanker. Namun sering kali kemoterapi dilakukan bersama-sama dengan tindakan operasi, terapi radiasi untuk kanker, atau terapi biologis lain. Umumnya kemoterapi dilakukan pada saat:

  • Sebelum operasi atau terapi radiasi, agar ukuran tumor menjadi lebih kecil.

  • Setelah operasi atau terapi radiasi, untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa.

  • Saat dilakukan terapi radiasi dan terapi biologis, untuk memaksimalisasi efeknya.

  • Mencegah kembalinya pertumbuhan sel kanker atau penyebaran pada bagian tubuh lain.


Cara pengobatan kemoterapi dilakukan tergantung kepada jenis kanker yang diderita, terdiri dari:

  • Topikal. Digunakan melalui krim yang dioleskan pada kulit.

  • Oral. Kemoterapi dalam bentuk pil, kapsul, atau cairan yang diminum.

  • Suntik. Diberikan melalui suntikan pada otot atau lapisan lemak misalnya di lengan atau perut.

  • Intraperitoneal (IP). Kemoterapi langsung diberikan ke dalam rongga perut yang terdapat usus, hati, dan lambung di dalamnya.

  • Intra-arteri (IA). Kemoterapi langsung dimasukkan ke dalam arteri yang menyalurkan darah ke kanker.

  • Intravenous (IV). Kemoterapi langsung dimasukkan ke pembuluh darah vena.


Kemungkinan Terjadi Efek Samping


Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang efektif. Terbukti telah menyelamatkan jutaan jiwa. Namun kemoterapi memiliki efek samping yang tidak kecil.

Sulit untuk memprediksi seberapa berat seseorang akan mengalami efek samping dari kemoterapi sebab tiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan tersebut.

Efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan membedakan sel kanker yang berkembang pesat dengan sel sehat yang secara normal juga memiliki perkembangan pesat. Misalnya sel darah, sel kulit, serta sel-sel yang ada di dalam perut sehingga kemoterapi memiliki efek negatif. Berikut adalah gejala efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi:

  • Rambut rontok.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Sesak napas dan detak jantung tidak biasa akibat anemia.

  • Mual dan muntah.

  • Mimisan.

  • Kulit kering dan terasa perih

  • Gampang memar.

  • Gusi berdarah.

  • Sulit tidur.

  • Gairah seksual menurun.

  • Rasa lelah dan lemah sepanjang hari.

  • Konstipasi atau diare.


Yang penting diketahui, efek samping kemoterapi tersebut akan segera hilang setelah pengobatan selesai.

Selain itu, efek kemoterapi tidak akan menimbulkan akibat yang berbahaya bagi kesehatan. Meski pada beberapa kasus, efek samping kemoterapi bisa lebih serius dibandingkan yang lain. Misalnya tingkat sel darah putih yang menurun dengan cepat sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi. Sedapat mungkin hindari diri Anda dari orang-orang yang sakit atau terkena infeksi selama kemoterapi.

Kemoterapi untuk kanker pada sel darah atau tulang sumsum merupakan yang paling berisiko terhadap infeksi karena jenis kanker tersebut telah menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah putih. Jika mengalami gejala seperti demam, diare, muntah-muntah, sulit bernapas, sakit dada atau pendarahan, segera temui dokter.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan


Sebagian besar proses pengobatan kemoterapi diberikan kepada pasien tanpa menginap di rumah sakit. Meski tiap orang memiliki reaksi berbeda setelah kemoterapi, namun sebagian besar merasakan letih dan lelah. Hindari menyetir kendaraan sendiri atau aktivitas yang memerlukan energi atau konsentrasi tinggi setelah sesi kemoterapi. Ajaklah anggota keluarga atau kawan untuk menemani Anda pulang setelah kemoterapi.

Banyak orang yang masih mampu bekerja selama menjalani kemoterapi, tergantung dengan jenis pekerjaan dan ketahanan tubuh masing-masing. Namun jika memungkinkan, Anda dapat bekerja dari rumah atau paruh waktu. Bicarakan kemungkinan tersebut di tempat kerja Anda atau mengambil cuti.

Terutama bagi Anda dengan anak kecil di rumah, persiapkan dan rencanakan bantuan di rumah sebelum menjalani kemoterapi.

Selama pengobatan kemoterapi, Anda harus senantiasa berkonsultasi dengan dokter ketika ingin mengonsumsi obat-obat lain, termasuk obat alergi, herba, pereda nyeri, dan lainnya. Hindari konsumsi minuman keras setidaknya selama masa kemoterapi.

Mengobati penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat  menjalani sesi kemoterapi. Sedapat mungkin ikuti perintah dokter dan hindari hal-hal yang dapat berisiko mengganggu proses pengobatan berjalan optimal.

 

Sumber Alodokter.com

Senin, 15 Juli 2013

Penyebab dan gejala kanker paru-paru

penyebab dan gejala kanker paru-paru

Penyebab dan gejala kanker paru-paru - Kanker paru merupakan penyakit ganas yang menyerang jaringan paru-paru. Perlu diketahui bahwa 90 persen penderita kanker paru adalah perokok aktif atau mantan perokok. Merokok satu pak per harinya bisa meningkatkan risiko kanker paru 10 kali lipat. Sementara merokok dua pak per hari bisa meningkatkan risiko kanker 25 kali lipat.

Kenali Jenis, penyebab dan gejala kanker paru-paru


Jenis-Jenis Kanker Paru


Terdapat dua jenis utama kanker paru yang memiliki sifat yang berbeda dan memerlukan penanganan yang berbeda pula.

1. Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC), yang terdiri dari:

  • Karsinoma squamosa, jenis ini merupakan jenis kanker paru paling umum. Kondisi ini bisa berkembang dalam sel yang menggarisi saluran udara. Kanker jenis ini kerap kali disebabkan oleh rokok.

  • Adenokarsinoma, jenis kanker ini berkembang dari sel-sel yang memproduksi lendir atau dahak pada permukaan saluran udara.

  • Karsinoma sel besar, sel kanker jenis ini bila dilihat dari mikroskop berbentuk sel-sel bulat besar yang disebut juga undifferentiated carcinoma.


2. Small Cell Lung Cancer (SCLC)

Dari 80 persen kasus kanker paru merupakan jenis NSCLC.

Mesotheolima merupakan jenis kanker yang menyerang mesothelium, yakni membran tipis yang melapisi dada dan abdomen. Kanker jenis ini kadang dialami oleh orang-orang yang terpapar asbestos.

Untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dan gejala kanker paru-paru marilah kita bahas satu persatu.

Penyebab kanker paru paru


Sebagian besar kasus kanker paru-paru disebabkan karena merokok, meskipun orang-orang yang tidak pernah merokok juga dapat terkena kondisi ini.

  • Merokok adalah faktor risiko utama untuk penyakit ini, dan bertanggung jawab untuk sekitar 90% dari semua kasus. Hal ini karena asap tembakau mengandung lebih dari 60 zat racun ( karsinogen )berbeda yang bisa membuat kanker berkembang. Jika Anda merokok lebih dari 25 batang sehari, maka risiko terkena kanker paru-paru meningkat sebanyak 25 kali dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

  • Perokok pasif, sering terkena asap rokok orang lain juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Berdasarkan penelitian dikemukakan bahwa wanita non-perokok yang tinggal serumah dengan pasangan perokok, meningkatkan risiko sebesar 25% untuk terkena kanker paru dibandingkan dengan wanita non-perokok yang tinggal dengan pasangan non-perokok.

  • Paparan bahan kimia dan zat-zat tertentu yang digunakan dalam beberapa pekerjaan dan industri juga dapat meningkatkan risiko walaupun cuma sedikit. Bahan kimia yang dimaksud: arsenik, asbes, berilium, kadmium, batubara dan asap kokas, silika serta nikel.

  • Satu studi menunjukkan bahwa risiko terkena kanker paru-paru meningkat sekitar 33% jika Anda tinggal di daerah yang tercemar gas oksida nitrogen ( dari kendaraan ).


Setelah mengetahui penyebab kanker paru-paru seperti diatas Anda dapat menghindari faktor-faktor tersebut untuk memperkecil risiko terkena penyakit ini, dibandingkan Anda harus dipusingkan dengan mencari cara penyembuhan kanker paru paru yang ampuh. Karena mencegah pasti lebih mudah dan murah dibandingkan dengan mengobati.

Faktor risiko kanker paru-paru, antara lain:

  • Pria

  • Berusia lebih dari 40 tahun

  • Menggunakan tembakau untuk merokok

  • Hidup dalam lingkungan asap tembakau, asbes, dan radon


Gejala kanker paru paru


Pada tahap awal, penyakit kanker paru-paru biasanya tidak memiliki gejala. Ketika gejala mulai muncul, biasanya disebabkan oleh saluran pernapasan yang tersumbat atau karena kanker telah menyerang lebih lanjut ke organ paru-paru ( tahap kanker stadium lanjut ) dan jaringan disekitarnya. Gejala utama kanker paru-paru meliputi:

  • Batuk lebih dari dua atau tiga minggu yang semakin lama semakin memburuk

  • Batuk darah

  • Sakit saat bernafas atau batuk

  • Infeksi pernapasan seperti paru paru basah dan bronkitis

  • Sesak nafas

  • Kelelahan atau kekurangan energi

  • Kehilangan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan secara drastis


Ciri ciri kanker paru-paru lainnya berupa:

  • Suhu tinggi (demam) diatas 38 derajat celcius

  • Kesulitan menelan atau nyeri saat menelan

  • Mengi seperti asma

  • Suara serak

  • Wajah dan leher membengkak

  • Nyeri di dada dan bahu


Bila Anda memiliki atau mengalami beberapa gejala seperti di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit.

Pengobatan Herbal Kanker Paru Paru yang Alami


K-Muricata Obat Kanker RahangUntuk pengobatan kanker paru-paru, mami menyediakan obat herbal kanker paru paru K-Muricata yang terbuat dari daun sirsak dan tanaman keladi tikus.

Daun sirsak memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh karena mengandung kumpulan senyawa Acetogenins yang telah diteliti memiliki 350 turunan senyawa.

Acetogenins efektif sebagi obat alami penyakit kanker paru paru karena:

  1. Mampu menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker, dengan cara menghambat pasokan energi bagi sel kanker, yakni ATP (Adenosine Triphosphate), sehingga sel kanker tidak mampu berkembang dan akhirnya mati.

  2. Acetogenins memiliki daya bunuh terhadap sel-sel kanker, bahkan terhadap sel-sel kanker yang sudah kebal terhadap obat kemoterapi modern seperti Adriamicyn, Vinblastin dan Vincristin.

  3. Pada tahun 2002 Peneliti Jepang mengemukakan, acetogenin di dalam daun sirsak dalam percobaannya mampu membunuh sel-sel kanker paru-paru, dan daya bunuhnya lebih baik dari pengobatan kemoterapi modern.

  4. Menurut the journal of natural product acetogenin memberikan harapan baru bagi penderita kanker, karena senyawa tersebut secara selektif mampu membedakan sel yang sehat dan sel kanker.

  5. Menurut Prof. Soelaksono Sastrodiharjo, cara kerja acetogenin dalam menumpas sel kanker adalah dengan cara mengurangi jumlah pasokan energi / ATP yang dibutuhkan oleh sel kanker.


Selain daun sirsak ternyata keladi tikus telah digunakan sebagai obat tradisional alami untuk penyakit kanker paru paru dan jenis penyakit kanker lainnya oleh masyarakat Indonesia.

Walaupun seiring dengan perkembangan jaman, budaya penggunaan obat tradisional mulai tergantikan dengan obat-obatan barat. Tanaman keladi tikus mengandung senyawa Ribozome Inactivating Protein yang mampu untuk memotong rantai DNA sel kanker sehingga sel kanker tidak dapat berkembang.

Berdasarkan klaim dari Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia menyatakan bahwa ribuan orang penderita kanker dari berbagai penjuru dunia berhasil terbantukan berkat tanaman keladi tikus ini. Penelitian dari Dr. Dyah Iswantini, M.Agr.Sc, Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka IPB mendapati bahwa ekstrak keladi tikus mampu menghambat sebesar 76,1 % enzim tirosin kinase yakni sebuah enzim yang berperan dalam perkembangan sel kanker. Masih banyak lagi penelitian tentang ekstrak keladi tikus yang menyatakan khasiatnya sebagai penumpas kanker paru paru yang efektif dan ampuh.

Obat Herbal Kanker Paru Paru Amazon Plus


Obat Herbal Amazon PlusObat kanker paru paru herbal Amazon Plus berkomposisikan Acai Berry, Zaitun Hyrdoxytyrosol, Blueberry, Delima merah, manggis dan Tomat yang masing-masing memiliki kandungan senyawa super yang akan saling berpadu untuk menumpas penyakit kanker paru-paru.

Bagaimana cara Amazon Plus mengobati kanker paru paru

Jawabannya terletak pada masing-masing kandungan di dalamnya, yakni:

  1. Hydroksytyrosol : merupakan senyawa fenolik dari buah zaitun, yang memiliki aktivitas antikanker. Penelitian dari Department of Pharmacology, Faculty of Pharmacy, University of Seville, menghasilkan temuan yang menggembirakan, yakni adanya aktivitas sitotoksik selektif hydroxytyrosol terhadap sel kanker paru paru jenis A549 dan MRC5. Hidroksitirosol juga dapat menghambat glikolisis dan menyebabkan kerusakan DNA dalam sel kanker paru jenis A549.

  2. Antosianin : Berdasarkan penelitian antosianin yang terkandung di dalam Acai Berry dan Blueberry secara signifikan menghambat invasi pada sel kanker paru paru, yang merupakan langkah awal menuju metastasis ( penyebaran ) sel kanker. Antosianin juga secara jelas dapat mereduksi motilitas sel.

  3. Xanthone : Sejak ratusan tahun lalu kulit manggis telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai jenis penyakit. Penelitian kulit manggis yang awalnya dilakukan di Amerika dan Eropa mendapatkan sebuah hasil yang menakjubkan. Di ketahui di dalam kulit manggis mengandung kumpulan senyawa xanthones yang salah satu khasiatnya untuk melawan sel kanker. Xanthone memiliki sifat antiproliferasi yang dapat  menghambat pertumbuhan sel kanker paru, dan dapat menumpas sel-sel kanker dengan menyebabkan apoptosis (kematian sel terprogram) sel kanker paru

  4. Asam Elagic : Studi di University of Wisconsin menghasilkan data bahwa mengkonsumsi buah delima merah berpotensi membantu mengurangi pertumbuhan ( proliferasi ) dan penyebaran ( metastasis ) sel-sel kanker paru-paru atau bahkan mencegah kanker paru-paru berkembang.


Kombinasi antara K-Muricata dan Amazon Plus sangat efektif untuk mengatasi penyakit kanker paru paru stadium awal dan stadium lanjut ( stadium 3 dan stadium 4 ) sampai tuntas.

Kesembuhan Berkat Obat Herbal Kanker Paru Paru K-Muricata dan Amazon Plus


Testimoni kesembuhan datang dari Bapak. Kusdianto asal Kediri, Jawa Timur, usia 43 tahun, seorang ayah dari 3 orang anak yang berprofesi sebagai pegawai pabrik. Kusdianto sudah menderita kanker paru-paru selama satu tahun. Awalnya ia mengalami batuk berdahak dan berdarah, beruntung ia cepat-cepat memeriksakan kondisinya ke dokter dan didiagnosa menderita kanker paru-paru. Saat itu ia sangat panik sekali dan terus meminta pertolongan dari Tuhan untuk kesembuhan.

Setelah minum obat kanker paru paru herbal K-Muricata dan Amazon Plus secara rutin selama satu minggu, batuk berdahak yang bercampur darah dan gejala-gejala lainnya mulai menghilang. Ia pun semakin bersemangat untuk mengonsumsi kedua herbal ini dan harapan kesembuhan semakin meninggi di benaknya. Ia sangat bersyukur bisa pulih sangat cepat dan sangat tidak menyangka karena mendengar dari cerita orang bahwa penyakit kanker paru-paru sukar untuk disembuhkan. “Saya bersyukur bisa pulih secepat ini, saya sering mendengar cerita teman-teman bahwa penyakit kanker paru-paru bisa sembuh paling cepat selama 6 bulan, tetapi saya Alhamdulillah dengan obat herbal kanker paru paru K-Muricata dan Amazon Plus lebih cepat sembuh,” tutur suami dari Tri Wahyuni (37) ini. Sekarang untuk menjaga kesehatannya ia tetap rutin mengkonsumsi kedua herbal ini.

Pemesanan Obat Kanker Paru terbaik


Kanker paru-paru telah meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan dalam satu dekade terakhir, terutama karena tren merokok yang semakin mendunia. Kanker paru-paru saat ini adalah penyebab paling umum kematian akibat kanker di dunia, yang mewakili 28 persen dari semua kematian akibat kanker. Praktisi medis telah menemukan bahwa kanker paru paru sulit dikendalikan dengan pendekatan terapi dan bedah konvensional, dan prognosis buruk dengan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker paru yang bisa bertahan selama lima tahun hanya sebesar 10-14%. Para peneliti percaya menunda proses perkembangan kanker paru-paru bisa menjadi strategi penting untuk mengendalikan penyakit ini.

Inilah peranan dari obat herbal kanker paru paru K-Muricata dan Amazon Plus, yang bukan hanya bisa menunda perkembangan sel kanker paru paru, tapi juga memliki kemampuan untuk membunuh sel kanker paru-paru.